Tolong matikan adblock dan script blocker Anda untuk melihat halaman ini.

─̶─Jika ingin meng-COPY tolong sertakan sumber :D─̶─


Penerjemah : D.Blank13th


Chapter 3

1+1=Deathless

Part III


Berbaring di tanah dingin, Riku, perjaka, berusia delapan belas tahun, sementara menumpahkan keluar air mata─̶─

“...*fu, fufu, ufufufufufu*...”

─̶─Setelah proposal pernikahan terbaiknya dibelah dalam satu potongan, dia menyambut akhir dunia bahkan selangkah lebih cepat.

Hey Riku... Ini sudah cukup kan, dunia bukanlah masalah...

Orang bodoh yang membuat kesalahan dari awal, pada kasus apapun dia hanya akan membuat kesalahan disana-sini dan lagian kalah pada akhirnya.

Aku tidak peduli tentang hal itu lagi baik itu manusia atau dunia juga harusnya binasa saja sana.

Ahh...Coron, aku sudah lelah... ahaha, haha, ahahaha. “...Riku, aku mencari... penjelasan...”
“Tidak...Aku minta maaf aku berlebihan meskipun aku hanya seorang perjaka... tolong jangan melebarkan lukanya─̶─“

Tentu, Riku tertawa seakan dia hancur sambil berbaring di tanah, tapi. “...Penolaka...Aku ingin, sebuah... penjelasan.”
ShuVi meminta, sambil tanpa berekspresi yang bahkan membuatnya tidak alami.

“...[Pernikahan]─̶─Sebuah pertukaran kontrak antara manusia untuk mengubah menjadi hubungan untuk melahirkan...”

Lalu seakan menarik keluar informasi dari kamus─̶─dan bahkan yang bias

Itu─̶─dia menduga ketika menggunakannya sebagai dasar.

“...Dievaluasi, kegunaan, ShuVi... ingin, berubah menjadi kepemilikan...?” “Saaaaalaaaaah! Aku hanya ingin ShuVi untuk selalu tinggal disisiku!” “...Kenapa? aku, disisimu...sekarang.”
“Itu bukan dalam artian yang kamu tahu... Maksudku seperti, sebagai pasangan untuk seumur hidup!”

“...Pasangan─̶─seseorang yang berdiri di sisi dan pergi bersama-sama. Teman. Juga─̶─Suami-Istri...?”

“Itu benar! Itu dia! Maksudku sebagai Suami-Istri!”

Tapi terhadap Riku yang mengangguk putus asa, bahkan kemudian dia menjawab tanpa ekspresi.

“...Suami-Istri... pasangan menikah. ShuVi adalah, Ex-Machina, tidak bisa, melahirkan.” “Tidak ada masalah baik-baik saja!!”
“...Tidak bisa melakukan... tindakan berkembang biak... Riku, akan jadi perjaka... seumur hidup...?”

─̶──̶──̶─,

“Tidak ada masalah baik-baik saja!!”

".........Ada... jeda, untuk sesaat...”

“Ahh sialan itu semua tidak peduli itu hanya detail kecil!!!” Riku berteriak seolah mencoba berusaha menipu dirinya sendiri, tapi meski begitu─̶─
ShuVi melanjutkan sambil tanpa ekspresi yang kelihatannya tidak alami. “...Itu menyeberang ras...tidak ada preseden, dari... pasangan menikah.”
“Maka kita adalah yang pertama di dunia!! Kita menjadi pelopor kan! Yahoo sialan!”

Sambil secara menjijikan berteriak putus asa, Riku menolak untuk kembali karena suatu kepercayaan misterius.

Kepercayaan tak berdasar yang─̶─Jika dia menarik kembali disini dia akan kalah.

Tapi, apakah dia ditekan oleh momentum itu─̶─Ekspresi ShuVi secara bertahap hancur.

"......Itu tidak mungkin... karena─̶─“

".........ShuVi?”

─̶─Itu benar, dengan bermasalah, bingung, dan untuk beberapa alasan─̶─ekspresi sedih.

Riku menyadari ShuVi berkata dengan suara gemetar, dan memanggil namanya khawatir, Riku tidak tahu─̶─bahwa.
─̶─Bahwa dia hanya memberi pukulan terakhir, terhadap pikiran ShuVi yang memberi sejumlah besar kesalahan.

Pikiran dengan cepat mulai runtuh. Ketidaktepatan dan kontradiksi dan kegagalan meningkat jauh. Siklus tak berujung dari kejatuhan teori dan kontradiksi. Tapi [pikiran] yang menjungkirbalikkan logika terus melanggar informasi rahasia bersamaan.

“........Karena─̶─Riku─̶─“

Ketika ShuVi membuka mulutnya─̶─logika dan alasan berteriak. Jangan mengatakannya.

Tapi kesalahan [kontradiksi]─̶─apa yang tidak bisa diakui sebagai sesuatu selain itu─̶─berteriak. Katakanlah.

Bagi Ex-Machina, itu adalah konflik tak berharga. Apakah akan memprioritaskan logika, atau akan memprioritaskan kesalahan.

Tapi didalam pikiran─̶─penglihatan pertama kalinya dia melihat Riku terus kembali dalam lingkaran.

Sementara kesalahan yang tak bisa didefinisi yang terkait dengan peglihatan itu─̶─[Takut] dan [Bersalah],

Terus bertentangan.

─̶─ShuVi pikir, apa yang dia sendiri, tidak percaya lebih dari apa pun─̶─

“......Karena─̶─orang yang... menghancurkan─̶─kota tempat tinggal Riku, adalah─̶─ShuVi, kau tahu...”

─̶─Dengan suara gemetar... Dia memprioritaskan kesalahan.

─̶─Part III END─̶─


Prev | ToC | Next